Product Research: Kunci Sukses Pengembangan Lini Produk

Product Research: Kunci Sukses Pengembangan Lini Produk

Disadari atau tidak, setiap pelaku usaha pasti pernah melakukan product research atau riset terhadap produk, terutama ketika pertama kali menggeluti dunia bisnis; terlepas apakah bisnis tersebut merupakan sebuah bisnis yang besar atau bisnis rumahan dengan cakupan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Riset produk memang bisa dilakukan dengan metode yang sederhana, misalnya saja dengan bertanya “enaknya jualan apa, ya?” sebelum memulai sebuah bisnis. Namun, ketika dilakukan saat ingin mengembangkan lini produk, tentu riset ini tak bisa dilakukan sesederhana bertanya seperti itu.

Dalam mengembangkan lini produk, baik dengan meningkatkan produk yang sudah ada atau menambahkan varian produk yang benar-benar baru, ada banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Inilah yang membuat riset menjadi sangat penting sebelum mengambil keputusan. Namun, sebenarnya bagaimana, sih, melakukan riset untuk pengembangan lini produk?

Apa Itu Riset Produk?

Saat hendak memulai bisnis atau mengembangkannya, seorang pelaku usaha umumnya memiliki gagasan atau ide bisnis yang ingin diwujudkan. Namun, tentu gagasan tersebut tidak bisa diwujudkan secara asal, karena bagaimanapun juga, menjalankan sebuah bisnis membutuhkan modal yang tidak sedikit, bukan?

Agar gagasan tersebut dapat sesuai dengan harapan dan benar-benar mampu memberikan pendapatan bisnis, pelaku usaha dapat melakukan riset terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa konsep yang dimilikinya memang memiliki potensi keberhasilan. Selain itu, dengan melakukan riset terlebih dahulu, pelaku usaha dapat mewujudkan gagasan bisnis yang dimilikinya menjadi produk yang ingin dipasarkan.

Menghasilkan Produk yang Menjawab Kebutuhan Pelanggan

“Produk atau jasa seperti apa yang diinginkan oleh pelanggan yang ditarget?”

Jawaban dari pertanyaan di atas dapat ditemukan dengan melakukan riset produk secara baik. Berangkat dari konsep atau gagasan bisnis yang ingin diwujudkan, riset yang dilakukan akan mencoba membuktikan apakah produk tersebut dapat memberikan pemasukan bisnis atau tidak dengan cara mencari tahu apakah produk atau jasa yang ingin diwujudkan dapat menjawab kebutuhan pelanggan atau tidak.

Selengkapnya Di https://sanitynews.com/

Setiap produk dan jasa pasti memiliki fungsi, bahkan ketika produk tersebut tidak memiliki fungsionalitas sama sekali, umumnya produk tersebut masih memiliki fungsi atau nilai estetika. Tanaman hias, contohnya, di satu sisi mungkin tidak akan bisa membantu seorang pelanggan mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-harinya. Akan tetapi, tanaman hias tetap banyak dicari karena memiliki fungsi estetika yang dibutuhkan oleh pelanggan tersebut.

Pengembangan lini produk pun harus memikirkan faktor tersebut. Apakah produk yang akan dikembangkan memiliki nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau tidak.

Jika produk tersebut dirasa mampu menjawab kebutuhan pelanggan, proses produksi bisa segera dilaksanakan sesuai dengan pasar yang ditarget. Namun, jika produk tersebut dirasa belum bisa menjawab kebutuhan pelanggan, sebaiknya proses produksi tidak dilanjutkan sehingga konsep produk tersebut bisa lebih dimatangkan lagi dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Tanpa melakukan riset terlebih dahulu, pengembangan lini produk menjadi tidak memiliki jaminan keberhasilan penjualan. Tentunya, apabila suatu produk yang sudah diproduksi tidak berhasil dijual dengan baik, bisnis jelas akan merugi karena terbebani oleh biaya produksi yang tidak bisa ditutup dengan adanya pemasukan dari produk tersebut, bukan?

Mengembangkan Produk dengan Nilai Tambah

Selain harus dapat menjawab kebutuhan pelanggan, lini produk baru yang ingin dikembangkan juga harus memiliki nilai tambah. Jika tidak, daya saing produk yang akan dikembangkan ini akan rendah, terlebih untuk bisnis yang sudah digeluti oleh banyak pelaku usaha lainnya.

Karenanya, tak jarang riset produk juga dibarengi dengan riset pasar serta kompetitor. Dari riset terhadap pengembangan produk itu sendiri, pelaku usaha dapat menghasilkan sebuah lini produk baru yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menjawab kebutuhannya.

Hasil riset tersebut kemudian dapat didukung dengan riset pasar untuk menentukan target pasar yang paling sesuai dengan karakteristik produk yang sedang dikembangkan, sehingga ketika lini produk ini nantinya diluncurkan, pelanggan akan membeli produk tersebut karena memang sudah ada pasar yang ditargetkan.

Selain itu, riset ini juga masih bisa diperkuat dengan riset terhadap cara kompetitor dengan penawaran produk maupun jasa yang serupa melakukan operasional bisnisnya. Sehingga lini produk yang dikembangkan juga memiliki nilai tambah lain ketika dijual karena dapat menutupi kekurangan dari produk atau jasa serupa yang ditawarkan oleh pihak kompetitor.

Mengembangkan sebuah lini produk baru memang tidak boleh asal, terutama jika pengembangan tersebut memang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Ketika pengembangan dilakukan secara asal, tidak hanya tak ada jaminan produk tersebut akan sukses di pasaran, tetapi juga akan muncul risiko terjadinya kerugian yang harus ditanggung oleh bisnis. Niatan untuk menambah pendapatan bisnis pun jadi memberikan efek yang berkebalikan.

Pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk meluncurkan produk baru ke pasar. Mulailah dengan bertanya kepada diri sendiri, “Untuk apa pengembangan lini produk ini dilakukan?”, kemudian berlanjut pada pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih spesifik untuk meningkatkan kemungkinan suksesnya pengembangan produk tersebut.