5 Strategi Pemasaran Online untuk Bulan Ramadan

5 Strategi Pemasaran Online untuk Bulan Ramadan

Tak terasa bulan Ramadan tinggal sebentar lagi. Sudah saatnya bisnis kembali menggencarkan strategi pemasaran online. Pasalnya, durasi orang menatap gadget dan menjelajah internet meningkat selama Ramadan.

Tentunya, kebiasaan tersebut merupakan peluang bagi bisnis yang ingin mengoptimalkan penjualan online.

Tidaknya hanya itu, menurut data Statista, mereka yang gemar berbelanja menghabiskan waktu sampai 44 jam 35 menit untuk melakukan online shopping. Durasi yang fantastis, bukan?

Karena itu, kamu perlu mengoptimal aneka platform e-commerce untuk menciptakan excellent customer experience. Bila perlu, gunakanlah layanan omnichannel.

Pastikan kamu tidak kehilangan konsumen potensial tersebut dengan menerapkan strategi-strategi pemasaran di bawah ini!

Perkuat Kehadiranmu di Dunia Maya

Kamu ingin menggaet konsumen di platform online, tentu kamu perlu memperkuat kehadiranmu di dunia maya. Sebelum kamu berinvestasi untuk membangun online presence yang kuat, pastikan kamu sudah mengetahui platform yang digunakan oleh konsumenmu.

Sebagai contoh, bila target konsumenmu menggunakan Instagram, buatlah konten-konten yang menarik bagi mereka di akun bisnismu. Tidak lupa, selama Ramadan, pastikan juga konten tersebut bernuansa islami.

Selanjutnya, kamu juga perlu memastikan bisnismu bisa diakses melalui berbagai platform e-commerce. Kamu memang tidak harus memiliki toko di semua e-commerce. Namun, kamu perlu memiliki toko di platform yang paling banyak digunakan oleh target market-mu.

Kehadiran online juga merujuk pada akses dan respons. Jadi, pastikan bisnismu aktif menjawab pertanyaan atau tanggapan dari konsumen secara online.

Promo Spesial Ramadan

Meskipun screen time meningkat dan konsumen gemar menjelajah e-commerce, pandemi mengubah prioritas serta cara pandang konsumen atas uang. Kini banyak masyarakat yang mulai belajar cara mengelola keuangan.

Hal tersebut akan mendorong konsumen makin cermat ketika berbelanja. Karena itu, kamu perlu membuat promo spesial Ramadan yang terasa lebih hemat sekaligus menarik perhatian.

Model promo yang terkesan klise, tetapi selalu diminati konsumen, salah satunya promo big sale atau diskon yang tinggi. Sebut saja, kamu memberikan diskon khusus sampai 70% pada buka puasa.

Jika bisnismu merupakan bisnis fesyen, kamu bisa membuat program promo yang sederhana di awal Ramadan dan makin heboh menjelang lebaran. ‘Buy 3 pay 2’ busana muslim pada minggu terakhir Ramadan bisa menjadi salah satu promo yang bisa kamu terapkan.

Sesuaikan Jadwal Posting Media Sosial

Seperti yang sudah diketahui, bulan Ramadan tentu mengubah pola kegiatan sehari-hari masyarakat.

Jika biasanya orang sudah terlelap pada dini hari, selama bulan puasa jam tiga pagi justru menjadi puncak orang aktif di media sosial karena harus bangung untuk santap sahur. Sebaliknya, jam makan sudah tidak menjadi prime time lagi.

Selengkapnya Di https://206.189.42.228/

Maka dari itu, kamu perlu menyesuaikan ulang jadwal unggah konten. Selama Ramadan, kamu bisa mengunggah konten sore hari menjelang berbuka puasa atau pada waktu sahur.

Apabila kamu ingin mengetahui waktu terbaik secara akurat, kamu bisa mempertimbangkan penggunaan fitur ads agar memperoleh insight rinci dari platform media sosial.

Menghadirkan Produk Edisi Ramadan

Salah satu strategi pemasaran online berikutnya yang bisa kamu terapkan ialah menghadirkan produk edisi Ramadan yang hanya bisa dibeli melalui e-commerce atau website bisnismu.

Kamu mungkin pernah mendengar, sebagian besar keputusan membeli didasari oleh dorongan psikologis. Inilah alasan produk limited edition seperti ‘edisi khusus Ramadan’ kerap diserbu konsumen.

Ketika berhasil membeli produk yang dijual terbatas, konsumen akan merasakan kepuasan tersendiri.

Tenang saja, kamu tidak harus membuat produk baru kok. Repackaging produk yang sudah ada dengan kemasan khusus Ramadan pun dapat menjadi opsi.

Menerapkan Omnichannel Strategy

Kini bisnis rata-rata menggunakan lebih dari satu kanal untuk menjual produknya. Pengelompokkannya pun sudah tidak hanya offline dan online, tetapi juga terpecah lagi ke dalam aneka e-commerce serta platform digital lain.

Seluruh kanal penjualan tersebut tentu membutuhkan perhatian dan pelayanan yang sama kualitasnya. Konsumen tidak akan mau mengerti bahwa kamu sedang sibuk di platform e-commerce lain, misalnya. Mereka tetap memiliki ekspektasi dilayani dengan baik melalui kanal apa pun.

Jika tidak, konsumen bisa jadi batal bertransaksi. Hal ini tentu tak sejalan dengan keinginanmu mengoptimalkan penjualan di platform online, bukan? Karena itu, menghadapi bulan Ramadan yang sibuk, kamu perlu mempertimbangkan menerapkan omnichannel strategy.